Catatan :
Tampilkan postingan dengan label trik photograpy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trik photograpy. Tampilkan semua postingan

Fotografi, Hobi Mahal Namun Penuh Manfaat


Di sini siapa sih yang suka foto-foto alias penghobi fotografi? Hem, nggak banyak juga ternyata. Wajar sih kalo sedikit yang suka sama hobi ini. Pasalnya, peralatan pendukung untuk hobi ini memang bisa dibilang cukup mahal. Meski demikian, ternyata ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan apabila kita menekuni hobi ini lho. Apa aja sih manfaat dari hobi ini? Simak aja langsung yang satu ini ya, Loopers!

Bisa belajar banyak hal


Yang pertama yang akan kamu dapatkan adalah berbagai ilmu yang bermanfaat. Dalam fotografi, ada banyak hal yang harus kamu pahami, antara lain pencahayaan, teknik pengambilan gambar, sampai jenis kamera. Itu baru tentang foto, belum lagi kalo kamu sedang memburu gambar seekor hewan yang jarang muncul. Kamu otomatis harus mengetahui kebiasaan hewan tersebut. Jadi nambah wawasan deh.

Belajar bersyukur


Dengan fotografi, ternyata kita juga bisa belajar bersyukur terhadap nikmat Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya aja nih, ketika kita mengabadikan pemandangan sebuah gunung nan indah dan belum pernah kamu lihat sebelumnya. Kamu akan merasa beruntung hidup di dunia ini dan lebih bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih peka terhadap lingkungan sekitar



Fotografi juga menuntut kepekaan terhadap objek foto. Untuk menangkap momen yang pas dalam suatu gambar, kamu dituntut untuk peka dan siap merespon apapun kejadian yang sedang dialami oleh objek kamu. Perlu diingat, objek foto bukan melulu pemandangan, tapi bisa juga orang-orang sekitar. Semakin terbiasa kamu mengambil foto berbagai ekspresi orang, maka kamu juga semakin memahami perasaan dalam hati seorang manusia.

Bisa lebih mengatur kebiasaan dan rencana kegiatan

Setiap hunting foto, biasanya seorang penggila fotografi akan menyiapkan berbagai macam peralatan hingga jadwal-jadwal yang harus kamu lakukan. Hal tersebut akan membuat kamu terbiasa untuk mengatur waktu serta peralatan sebelum melakukan apapun. Yang suka telat jadi ontime dan yang sering lupa peralatan jadi fully prepared. Keren kan, Loopers?

Bisa dapet uang saku tambahan

Kalo manfaat yang satu ini sih untung-untungan ya. Kalo foto kamu bagus, trus ada yang lihat, kamu bisa direkrut menjadi fotografer di acara kondangan atau bahkan foto prewed. Kalo udah kayak gitu, kamu jadi bisa dapat tambahan uang saku deh. Lumayan, buat beli kamera baru.

Nah, itu tadi beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika menekuni dunia fotografi. Meskipun peralatannya bisa dibilang mahal, kamu masih bisa melakukannya kok. Kan kamu punya teman yang bisa saling pinjam alat. Yang penting kamu harus tanggung jawab sama benda yang kamu pinjam, Loopers.

Punya Pacar Fotografer? Ini Nih Suka Dukanya.....


Pacar kamu hobi banget sama fotografi? Loopers, punya pacar hobi fotografi memang enak. Kamu bisa minta difotoin kapan aja kamu mau. Apalagi hasil foto doi kan pasti bagus Loopers. Eits tapi ternyata punya pacar fotografer nggak melulu bahagia lho.  Ada nggak enaknya juga. Wah kira-kira apa ya enak dan nggak enaknya punya pacar fotografer? Nih Loop udah berhasil merangkum curhatan para pacar fotografer soal enak dan nggak enaknya punya pacar fotografer.

Suka

Foto gratis dan hasil bagus



Kayak yang sudah Loop bilang tadi kalo kalian bakal jadi model dadakan, Loopers. Soalnya kamu pasti sering jadi objek foto doi nih. Senen kan difoto sama pacar sendiri. Apalagi hasil fotonya selalu bagus. Hehe. Selain itu, kenangan kalian waktu kencan juga nggak bakal gampang untuk dilupakan karena doi nggak pernah lupa buat mengabadikan momen kalian.

Nimbrung jalan jalan gratis


Biasanya nih, fotografer itu suka jalan-jalan Loopers. Apalagi kalo yang memang suka mengabadikan potret keindahan alam. Nah, jadi nggak heran dong kalo misalnya kamu sering diajak doi jalan-jalan buat menikmati keindahan alam.

Pintar merawat barang

Yap, fotografer itu pintar merawat barang Loopers, Doi bakal bener-bener jagain barang-barangnya. Secara barang-barang doi seperti kamera kan harganya nggak murah dan butuh perawatan maksimal biar tetp awet. Wah kamera aja dijagain dan dirawat baik-baik apalagi kamu, Loopers. Cieee...

Duka

Dicuekin



Ada suka, pasti ada dukanya juga Loopers. Duka punya pacar hobi fotografi adalah siap-siap buat dicuekin.  Doi bakal jarang perhatiin kamu kalo lagi banyak agenda memotret. Bahkan doi mungkin bakal sering banget pergi keluar kota. Yah jarang ketemu deh.

Bikin cemburu kalau motret model cantik



Loopers juga bakal banyak makan hati karena doi sering motret model-model cantik. Cemburu bakal menggerogoti hati kalian Loopers. Hiks, sabar ya Loopers. Tapi tenang aja, doi pasti tetap setia sama kamu kok. Semoga aja deh ya. Hehe.

Pembahasan selalu fotografi



Kalo pacar kamu hobi motret, otomatis bahasan kalian setiap hari juga pasti nggak jauh-jauh dari topik fotografi, Loopers. Well nggak ada salahnya juga sih. Wawasan kamu tentang fotografi bakal lebih luas lho.
Nah Loopers, itu tadi beberapa suka dan dukanya punya pacar seorang fotografer. Buat kamu yang punya pacar fotografer, yuk share di kolom komen tentang suka dan dukanya punya pacar fotografer.


5 Cara Menyusun Komposisi Foto Agar Subjek Utama Lebih Menarik***

5 Cara Menyusun Komposisi Foto Agar Subjek Utama Lebih Menarik***

Semua foto berebut minta diperhatikan, dan kalau satu foto sudah diperhatikan lantas semua elemen dalam foto berebut minta dilihat. Namun bagaimana kalau kita memang ingin menonjolkan subjek utama yang memberi kesan dan karakter paling kuat pada foto. Berikut ini 5 trik cara menonjolkan subjek utama dalam foto:

1. Manfaatkan Depth of Field

Dengan menggunakan bukaan aperture yang lebar (f/2.8), kita bisa mengisolasi subjek utama dan melakukan separasi dari background. Dengan cara ini, kita seolah-olah “memaksa’ pemirsa foto untuk memperhatikan hanya area tajam dan melupakan yang lain. Secara otomatis, subjek utama yang anda buat tajam akan sangat menonjol sementara latar belakang menjadi lumer dan sekedar menjadi pelengkap foto.
Kemanakah mata anda melihat pertama kali dalam foto di bawah ini?
untitled by Kross 13 on 500px.com

Foto di atas dihasilkan dari setelan lensa yang sangat lebar sehingga membuat subjek utama (perempuan tua keriput) menjadi sangat menonjol dan yang lain menjadi sangat kabur dan seolah lumer bersama latar belakang foto.

2. Manfaatkan Garis Penuntun

Dengan menggunakan elemen garis dan geometri, kita bisa menuntun mata orang yang melihat foto menuju subjek yang ingin kita tonjolkan. Mata kita memiliki kecenderungan menyisir foto lantas mengikuti pola garis ada.
Shotesham Church by Nick Jermy on 500px.com
Dalam foto di atas, jejak jalan yang menyingkap daun-daun yang rontok sangat membantu memberi keteraturan dalam foto dan mengarahkan pada subjek utama: deretan pohon tanpa daun yang kedinginan tersaput kabut dan berada nun jauh di sana.

3. Tepat di Tengah Frame

Walaupun aturan rule of thirds bilang sebaiknya kita tidak menempatkan subjek utama di tengah-tengah frame, ada baiknya aturan ini sesekali dilanggar kalau anda menemukan subjek yang memang enak ditaruh di tengah. Menempatkan mereka di tengah adalah sebuah statement bahwa kita memang sengaja menempatkan mereka menjadi pusat perhatian.
Porthole by L Jabben on 500px.com

4. Gunakan warna Yang Mencolok

Cara lain menarik perhatian mata ke subjek uatama adalah saat kita memotret benda yang memiliki warna yang cukup kontras dibandingkan warna benda-benda lain di sekitarnya.
Tumeric and Paprika by Shawn Rundblade on 500px.com
Ini adalah salah satu teknik paling efektif dan memberi kesan yang sangat kuat, asal anda bisa menemukan kombinasinya.

5. Teks

Keberadaan teks atau tulisan dalam sebuah foto secara otomatis akan merangsang mata orang untuk melihat dan lantas membacanya, asalkan memang terlihat jelas dan ukurannya bisa dibaca. Dan secara keseluruhan, teks ini akan memberi konteks pada foto dan menjadi salah satu objek utama yang paling menarik.
Tuk Tuk Taxi sign by Jaromír Chalabala on 500px.com
Kata – kata bijak 35 Fotografer **

Kata – kata bijak 35 Fotografer **

Beberapa waktu lalu blog agensi fotografi legendaris, Magnum Photos, membuat sebuah artikel berisi nasihat 35 fotografer magnum kepada fotografer pemula (sayang artikel asli sudah tidak bisa dilink). Disini saya sarikan isi ke-35 nasihat tersebut dengan terjemahan yang saya permudah dan saya persingkat. Untuk membaca versi asli yang lebih panjang, anda bisa mendownload artikel aslinya dalam format PDF disini (bahasa Inggris).

Hak cipta foto: Steve McCurry (Magnum), baca kisah foto ini di wikipedia
Berikut ke-35 nasehat tersebut:
  1. Abbas: “Belilah sepasang sepatu yang nyaman, dan mulailah jatuh cinta”.
  2. Alex Majoli: “Banyak-banyak membaca sastra dan sesedikit mungkin mengamati karya foto orang lain. Bekerjalah setiap hari meski tanpa uang ataupun penugasan, bekerjalah dengan disiplin untuk dirimu sendiri bukan untuk yang lain. Dan berkolaborasilah dengan orang yang anda kagumi.”
  3. Alex Webb: “Memotretlah karena kamu mencintainya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri”
  4. Alec Soth: “Cobalah semuanya. Fotojurnalisme, portrait, fashion… apapun. Kamu tidak akan tahu mana yg cocok sebelum pernah mencobanya”
  5. Alessandra Sanguinetti: “Saya setuju dengan Bob Dylan: jaga selalu kepalamu dan jangan lupa selalu bawa bola lampu yg bagus (ide)”
  6. Bruce Gilden: “Fotolah siapa sejatinya dirimu!”
  7. Carl De Keyzer: “Kerahkan semuanya dalam 5 tahun pertama, baru putuskan apakah kamu punya skill yg cukup atau tidak”
  8. Christopher Anderson: “Buatlah foto yang kamu merasa terdorong membuatnya, mungkin dari sana akan terbentang karir”
  9. Chris Steele-Perkins: “Potretlah sebanyak-banyaknya, depresilah karena foto tersebut, lalu fotolah lagi. Asah terus skill dan berinteraksilah dengan dunia”
  10. Constantine Manos: “Foto bagus itu mudah, foto yang sangat bagus itu susah, foto yang luar biasa hampir mustahil”
  11. David Alan Harvey: “Anda harus tahu ingin “berkata” apa. Harus punya ide yang bisa diwujudkan, punya pikiran & perasaan”
  12. Donovan Wylie: “Berusaha untuk menemukan “suaramu” sendiri, subyekmu sendiri. Baca buku Waffenruhe karya Michael Schmidt”
  13. David Hurn: “Fotografer berarti harus banyak berjalan, maka belilah sepasang sepatu yang nyaman. jadilah fotografer karena panggilan jiwa”
  14. Dennis Stock: “Carilah waktu utk memotret tema yang kamu tertarik, sesimpel atau serumit apapun itu”
  15. Eli Reed: “Amati kehidupan bergerak spt sungai disekitarmu, dan sadari bahwa fotomu bisa menjadi bagian dari sejarah kolektif”
  16. Elliott Erwitt: “Pelajari foto karya fotografer terdahulu dan lukisan klasik, lihat dan belajar dari film”
  17. Lise Sarfati: “Membaca yang banyak dan buat duniamu sendiri, pelajari bagaimana membuat seri foto. Inovatif & jadilah diri sendiri”
  18. Martine Franck: “Keluarlah dan memotretlah! Pelajari bahasa asing, tonton film, baca buku, kunjungi museum, perluas wawasan!”
  19. Harry Gruyaert: “Jadilah diri sendiri, jangan mengkopi siapapun”
  20. Hiroji Kubota: “Berkelanalah ke berbagai tempat, sadari betapa majemuk dan beragam dunia ini”
  21. John Vink: “Terus tanyai dirimu sendiri. Dorong, garuk, gali, lalu dorong lebih jauh lagi. Berhentilah kalau sudah tidak menyenangkan lagi”
  22. Jonas Bendiksen: “Fotografi itu sebuah bahasa, pikirkan apa yang ingin bincangkan”
  23. Larry Towell: “Jadilah diri sendiri dan lihatlah keluar”
  24. Mark Power: “Jika anda punya sesuatu utk disampaikan, atau lbh baik lagi punya cara penyampaian inovatif maka kesempatan terbuka lebar”
  25. Martin Parr: “Cari sesuatu yang kamu punya hasrat, maju dengan obsesi tersebut secara elegan, maka kamu akan memiliki sebuah proyek yang hebat”
  26. Mikhael Subotzky: “Teguh dengan satu proyek dalam waktu yang lama, teruslah kerjakan melwati beberapa tahap belajar”
  27. Olivia Arthur: “Keluar dan lakukan hal yang benar-benar kamu ingini sebelum kamu terikat pada sesuatu”
  28. Paolo Pellegrin: “Setiap kali menekan shutter, kamu memberi suara pada pikiran dan opinimu. Jadilah orang yang melek dengan lingkungan dan akrab dengan sekitar”
  29. Patrick Zachmann: “Pergilah ke pameran, lihat buku dan buat proyek personal dimana kamu merasa memiliki pendekatan yang unik”
  30. Peter Marlow: “Belajar mempercayai insting dan jangan hiraukan apa kata orang. Bekerja keraslah namun tetap nikmati”
  31. Steve McCurry: “Fotografi membutuhkan banyak dedikasi, hasrat dan kerja keras. Temukan “tempat”mu sendiri, gali dalam-dalam lalu ukirlah dengan hatimu sehingga menhadi istimewa”
  32. Stuart Franklin: “Ikuti kata hatimu dan jangan pernah menyerah”
  33. Susan Meiselas: “Galilah dalam-dalam, ikuti insting dan percayalah pada keingintahuanmu”
  34. Thomas Dworzak: “Hiduplah secara intens, penuh hasrat. Lalu sekali sudah tahu basic-nya, lupakan soal fotografinya, fokus pada isinya”
  35. Trent Perke: “Fotolah apa yang terdekat bagimu dan hal yang kamu nikmati serta tertarik. Buat semua prosesnya menyenangkan dan simpel”