Catatan :
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Pria ini Kaget Ternyata di Uang Kembalian yang Ia Terima ada Tulisan Pentingnya


 Kejadian uang terdapat tulisan memang bukan pertama kalinya. Namun kali ini tulisan yang ada di selembaran uang ini membuat heboh. Pasalnya terdapat tulisan penting.

Dikutip Surya Malang, Kamis (10/11/2016), kejadian ini berawal saat Lafif Sefriyani membeli rokok di sebuah toko. Karena uangnya kelebihan, ia pun mendapat kembaliannya. Saat menerima uang kembalian, ia tidak menyadari ada sesuatu di selembaran uang pecahan nominal Rp 10.000 tersebut.

Ia menyadari setelah sesampainya di rumahnya yang beralamatkan di Dusun Blater Kidul, Jimbaran, Bandungan, Semarang. Di Uang kembalian itu ternyata ada tulisan penting yang pasti kamu gak  menduganya!!  Selembar uang pecahan sepuluh ribu itu terdapat tulisan yang diduga jawaban soal mata pelajaran.

“Anak jaman sekarang ada-ada saja. Menggunakan uang untuk media menyontek,” kata Lafif.

Lafif mengungkapkan, contekan itu berjumlah 10 jawaban. Yang ditulis pada sisi mata uang bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II, dan pada sisi sebaliknya.

“Saya sampai tepok jidat lihat fenomena ini. Pelaku sangat tidak menghargai uang,” ucap dia kesal.

Diakuinya, dia tidak akan mengedarkan kembali uang tersebut. Dia tidak tega kepada orang yang menerima uang itu.

Adapun bunyi tulisan tersebut:

1. Indonesia terletak di antara (India dan Pasifik);

2. Indonesia beriklim tropis musim (kemarau dan penghujan);

3. Hutan berfungsi (bakau);

4. Kelompok fauna Asiatis (walace);

5. Perpindahan penduduk (penglajon);

6. Ketidakmampuan penduduk untuk memenuhi (kemiskinan);

7. Permasalahan pendidikan penduduk (kualitas penduduk);

8. Lingkungan sebagai tempat tinggal juga (habitat);

9. Letusan gunung berapi terjadi karena (magma);
 
10.Untuk melindungi hewan langka pemerintah (swaka margasatwa).

Ditembak Empat Kali, Petani di Pidie Ini Berhasil Lolos dari Maut

Ibrahim Bin Abu, 48 tahun, warga Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, ditembak orang tak dikenal di jalan areal persawahan, Sabtu, 12 November 2016 sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung,
 
korban lolos dari tindak kejahatan tersebut.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan korban ditembak sebanyak empat kali. Diduga, pelaku bersembunyi di semak-semak dan menunggu korban keluar dari rumah yang hendak membeli ikan. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor jenis Yahama Mio.

Masih berdasarkan sumber di lapangan, pelaku diduga langsung menembak Ibrahim setiba di lokasi sebanyak empat kali dari arah kiri jalan. Namun, tak satupun peluru mengenai tubuh Tuha Puet Gampong itu. Dia langsung melarikan diri ke pusat kecamatan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek.

Sebelumnya, Ibrahim juga sudah pernah menjadi sasaran penembakan dengan menggunakan senjata laras panjang oleh OTK di rumahnya pada Rabu, 19 Oktober 2016 lalu. Belum diketahui motif apa yang melatarbelakangi penembakan terhadap pria berprofesi petani tersebut. Hingga berita ini dikirim, portalsatu.com belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Pidie.

Pihak Jokowi Kerahkan 12 Dukun Datangkan Hujan, Ki Gendeng: 4 November Acara Ulama, Dukun Sakti Pun Tak Mempan

 
Media-Andesdi - Ada-ada saja. Untuk “melumpuhkan” aksi umat Islam 4 November 2016, pihak Joko Widodo telah menyiapkan 12 dukun kepercayaan untuk “mendatangkan” hujan saat demonstrasi digelar.
Informasi ala supranatural itu diungkapkan praktisi metafisika Ki Gendeng Pamungkas kepada intelijen (01/11). “Ada 12 dukun yang diminta pihak Jokowi untuk mendatangkan hujan dan menjaga kekuasaannya saat demo besar 4 November 2016,” ungkap Ki Gendeng.
Menurut Ki Gendeng, saat ini 12 dukun kepercayaan itu sudah melakukan berbagai ritual agar turun hujan lebat saat demo 4 November sehingga massa tidak terfokus di depan Istana.


Ki Gendeng menilai, Jokowi sangat takut dengan demo 4 November 2016, karena dikhawatirkan berpotensi menumbangkan Jokowi dari kekuasaan. “Makanya minta bantuan kepada dukun-dukun kepercayaannya untuk melindungi kekuasaanya agar tidak jatuh,” papar Ki Gendeng.
Terkait dengan aksi dukun “pendatang hujan” tersebut, Ki Gendeng mengingatkan bahwa pengerahan dukun akan sia-sia mengingat aksi umat Islam 4 November adalah perjuangan umat Islam yang telah dihina oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Demonstrasi 4 November merupakan aksi umat Islam yang dipimpin para ulama dan habaib. Doa para tokoh agama ini mustajab. Mereka akan selalu mendapat lindungan dari Yang Maha Kuasa. Dukun paling saktipun tidak akan bisa melawan,” pungkas Ki Gendeng

Monyet yang Serang 3 Peserta Jambore di Cibubur Telah Ditembak

 Ilustrasi monyet 

Media-Andesdi , JAKARTA - Monyet yang menyerang tiga peserta Jambore Nasional 2016 di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, ditembak petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam DKI (BKSDA DKI), Jumat pukul 17.00 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, mengatakan, penembakan dilakukan dengan peluru bius. "Sehingga tidak mematikan. Hanya dibuat pingsan, lalu monyet itu dibawa," kata Awi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (13/8/2016). Monyet itu lalu dimasukkan ke kandang dan dibawa ke Kantor BKSDA DKI Jakarta. Sebelumnya, monyet itu menyerang 3 peserta Jambora pada Rabu (10/8) dan Kamis (11/8).
Mereka diserang saat sedang bersiap mendirikan tenda di bagian belakang Buperta. Ketiga korbannya adalah Dewa Ate (13), peserta dari NTT. Natalia, dari Sulawesi Tenggara. Dan. Hiskia, dari kalimantan Barat. Akibat serangan itu mereka mengalami luka ringan. Mereka hanya diberi sedikit perawatan di RS Olahraga Nasional Cibubur. Setelah. Itu diperbolehkan kembali ikur kegiatan.(warta kota/ote)