Media-Andesdi - MADINAH - Tim katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji PPIH) Arab Saudi memberi teguran kepada tiga perusahaan katering di Madinah. Teguran diberikan karena layanan yang mereka berikan tidak sesuai standar yang telah ditentukan. Kepala Seksi Katering Daerah Kerja Madinah,
Ahmad Abdullah Yunus, mengatakan teguran bagi tiga perusahaan katering
itu terkait kemasan, berat standar makanan, dan mobil boks pengantar
yang tidak standar. "Tapi, hingga hari ketujuh ini (sejak kedatangan jamaah kloter 1)
masih lancar," ujar Abdullah saat meninjau dapur satu perusahaan
katering di Madinah, Senin (15/08/2016)
Abdullah menambahkan, standar yang ditetapkan Kementerian Agama dan
Kementerian Kesehatan untuk satu kemasan makanan adalah nasi 200 gram,
lauk 80 gram, dan sayur 40 gram. Karena itu, tim tidak akan main-main terkait kualitas makanan hingga distribusinya. Akan ada sanksi tegas hingga pemutusan kontrak bagi perusahaan katering yang melanggar. Sebelum makanan sampai kepada jamaah haji Indonesia, tim
katering memantau mulai dari saat proses produksi, pengepakan, hingga
pendistribusian ke pemondokan jamaah haji. Tim akan melakukan tahapan melihat, mencium, hingga mencicipi.
"Kami juga awasi saat penimbangan agar jangan sampai kurang," katanya. Dalam menyeleksi perusahaan katering, tim Kemenkes dan Kemenag menerapkan sejumlah persyaratan. Mulai dari fasilitas gedung, izin, dan rekomendasi otoritas setempat. Selain
itu, menurut Abdullah, perusahaan katering harus memiliki semacam
standar ISO untuk katering, dokumen terkait pelayanan katering, dan chef
serta juru masak dari Indonesia. (MCH)